
Menindaklanjuti peraturan BUpati Demak nomor 450.1/11 Tahun 2020 tentang pembatasan kegiatan (terutama kegiatan keagamaan) yang melibatkan massa ditengah pandemi covig19 diwilayah Kabupaten Demak. Kepala Desa Karanganyar (bapak Sudiarto) bersama seluruh elemen tokoh masyarakat, Perangkat Desa, BPD, LKMD dan Takmir masjid mengadakan sosialisasi terkait peraturan tersebut. acara tersebut dilaksanakan di Masjid Karanganyar pada tanggal 07 Mei 2020.
Ditengah wabah pandemik covig19 yang sedang merebah ke berbagai penjuru se wilayah nusantara ini khususnya di Kabupaten Demak, dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi himbauan pemerintah dalam pencegahan dan penanganan Covig19 maka berdasarkan hasil rapat Bupati Demak, Pimpinan DPRD Kabupaten Demak, Forkopimda, Pengadilan Negeri Demak, MUI Kabupaten Demak, Kementrian Agama Kabupaten Demak, PC NU dan PC Muhammadiyah Kabupaten Demak dan Dewan Masjid Kabupatenn Demak, telah disepakati dan harus ada tindak lanjut sebagai berikut:
1. Meniadakan kegiatan yang melibatkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak seperti :
a. Sholat Jum’ah berjamaah dimasjid.
b. Sholat Fardhu berjamaah di masjid/ dimushola.
c. SHolat Tarawih berjamaah di Masjid / dimushola.
d. Tadarus Al-Quran di Masjid /dimushola.
e. Kegiatan Ibadah Keagamaan Lainnya.
PEMANTAUAN WILAYAH DI BEBERAPA DESA SE KECAMATAN KARANGANYAR
Dalam rangka pemantauan kondisi wilayah di Kecamatan Karanganyar terkait covig 19, Camat Karanganyar Bp. SUgianto, S.IP.MM berserta Kasi Trantib Bp. Purwadi, S.Sos. melakukan Pemantauan terkait Posko Jogo yang berada di beberapa Desa kususnya di Desa Kotakan, Kedungwaru Kidul dan Desa Karanganyar.
pada hari rabu, 06 Mei 2020, jam 22.00 wib di Desa Kotakan sudah siaga awal dengan didampingi 2 (dua) personel polsek ikut memantau dan menjaga kondisi diwilayah tersebut.

Setelah itu, pemantauan dilanjutkan kembali Ke Desa Kedungwaru Lor. sesampai di Balai Desa Kedungwaru Lor, Bapak Sugianto, S.IP.MM dilakukan pengecekan suhu badan dengan menggunakan termometer digital. dan disediakan hanitaser untuk mencuci tangan sebelum masuk ke Balai Desa tersebut.

Dalam pemantauan tersebut, dikedungwaru lor sudah memenuhi standar pengecekan terkait covig19 sehingga untuk keadaan wilayah tersebut setidaknya bisa terantisipasi terkait Pencegahan penularan covig 19.
Disamping pemantauan, Camat karanganyar memberi arahaan terkait covig 19.” Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke berbagai wilayah Indonesia kususnya di Kabupaten Demak.
Gejalanya demam diatas 38 derajat celcius, batuk, sesak napas yang membutuhkan perawatan di Rumah Sakit. Gejala ini diperberat jika penderita adalah usia lanjut dan mempunyai penyakit penyerta lainnya, seperti penyakit paru obstruktif menahun atau penyakit jantung. Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan
Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.” Kata Bapak Sugianto, S.IP.MM
jikalau diwilayah desa ini ada yang ter infeksi covig19 , segeralah diberitahu untuk mengisolasi diri selama 14 hari baik secara mandiri atau di tempatkan di isolasi yang sudah disediakan di Desa.
Lakukanlah Pemantauan, jaga jarak , sediakan makan minum, obat2tan herbal untuk menunjang imun tubuh( bisa melalui dana DD atau bantuan masyarakat ) dan pemeriksaan kondisi oleh bidan desa / Dokter diwilayah masing-masing Desa. bila kondisi semakin parah, langsung dibawa kerumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
PENUTUPAN AKSES JALAN DESA CANGKRING REMBANG

Karanganyar|06/05/2020;. Semakin maraknya pencurian dan penyebaran covig 19 Kepala Desa Cangkring rembang (Bapak KOmari) bersama seluruh Pemerintahan Desa dan Warga Masyarakat bergotong royong melakukan penutupan akses jalan Desa Cangkring Rembang. akses jalan tersebut di tutup menggunakan beberapa bambu yang dipalangkan ke jalan-jalan yang menuju akses desa Cangkring Rembang.
Kegiatan tersebut dilakukan pada hari Rabu, 06 Mei 2020.
Dari hasil penutupan tersebut, beberapa akses jalan menuju Desa Cangkring Rembang ditutup total dan hanya diberikan satu akses jalan untuk keluar masuk warga masyarakat di desa tersebut.
Dengan dibuatkan posko Covig 19 pada Jalur satu akses tersebut diharapkan dapat memantau para pendatang/ pemudik dari luar kota sehingga dapat terkoordinasi dengan baik.
Apabila ada pemudik/warga masyarakat Desa Cangkring Rembang yang pulang kampung dari luar kota, disediakan karantina selama 14 hari dan diperiksa bidan Desa setempat untuk mendeteksi infeksi Covid-19 sebagai upaya pencegahan hal-hal yang tidak diinginkan terkait penyebaran covig 19,” kata Perangkat Desa setempat. Dengan adanya penutupan akses tersebut berguna untuk mengantisipasi maraknya pencurian di berbagai kota, sehingga posko jaga selalu keliling kampung tiap malam guna menjaga keamanan dan kenyamanan warga masyarakat.
PEMBERIAN BANTUAN ALAT KESEHATAN DARI BAGIAN KESRA KABUPATEN DEMAK

Untuk mensikapi keadaan penyebaran corona disaat ini Pemerintah Kabupaten Demak ( Bagian Kesra Setda Kabupaten Demak ) memberikan bantuan Kepada masjid-masjid di Kabupaten Demak ditiap Kecamatan satu masjid.
Kusus untuk Kecamatan Karanganyar diberikan ke Masjid Baiturrohman Desa Cangkring rembang RT. 05 RW. 3.
Dari rombongan yang akan memberikan bantuan tersebut diterima dengan senang oleh takmir masjid Baiturrohman diantaranya yang hadir dalam kegiatan itu adaalah :
– Dari Bagian Kesra ( Sunu Dwi Sudarso, S. Sos, / Kasubag Bina Mental, Wiwik Dwi Kusrini, Dwi Utari, S. mSos )
– Dari Kecamatan Karanganyar ( Suharto,SE dan Purwadi, S. Sos )
– Sekretaris Desa Cangkring rembang ( M. Anis Rifqi, S.Pd)
– Takmir masjid Baiturrohman ( Saekul Mukid ) dan pengurusnya.
Barang yang di berikan untuk Masjid Baiturrohman antara lain berupa :
– Masker sebanyak 250 lb
– Rapites/ Termometer 1 buah
– Sabun cuci tangan 10 liter
– Alat tempat Handsainetezer 2 buah
Alat-alat tersebut diberikan langsung dan diterima oleh Ketua Takmir Masjid dan disaksikan oleh perangkat desa setempat pada pukul 13.00 Wib
RAPAT KOORDINASI PEMBERIAN BANTUAN

Rapat Koordinasi pemberian bantuan dari Bagian Kesra Setda Kabupaten Demak di ruang kerja Kantor Kecamatan Karanganyar, rapat tersebut dari Bagian Kesra Setda Kabupaten Demak yang hadir adalah
– Sunu Dwi Sudarso, S. Sos ( Kasubag Bina Mental )
– Wiwik Dwi Kusrini
– Dwi Utari
Kecamatan Karanganyar di wakili Kasi Kesra ( Suharto, SE )
Rapat Koordinasi tersebut membahas penempatan Masjid yang akan diberi bantuan, dan menanyakan Masjid dan Mushola yang tidak melaksanakan Sholat jamaah ( Sholat Jum’atan, Sholat fardu maupun sholat Taruwih )
Namun di wilayah Kecamatan Karanganyar semua Masjid dan Mushola masih tetap melaksanakan sholat berjamaah.
Untuk pemberian bantuan alat Kesehatan yang diberikan oleh Bagian Kesra Setda Kabupaten Demak di tempatkan di Masjid BAITURROHMAN desa Cangkring Rembang RT. 05 RW. 3. Setelah memutuskan dan kesepakatan kemudian rombongan dan Kecamatan langsung menuju ke lokasi Masjid
SOSIALISASI LOMBA KAMPUNG JUARA

Dalam menjelang kegiatan lomba Kampung Juara yang diselenggarakan oleh Dinperkim Kabupaten Demak, besok pada bulan Juni mendatang, perlu diadakan sosialisasi atau penjelasan tentang tata cara dalam mengikuti lomba tersebut, untuk Wilayah Kecamatan Karanganyar banyak potensi untuk maju lomba kampung juara diantaranya desa Karanganyar , pada hari Selasa, 5 Mei 2020 memberikan sosialisasi kepada Kepala desa Karanganyar dan perangkat desa untuk mengikuti lomba tersebut, dengan penjelasan dan sosialisasi tersebut kelihatannya Kepala desa akan memilih kampungnya untuk diikutkan maju lomba kampung juara.
Tujuan Loma Kampung Juara :
– Kegiatan tahunan yang diselenggrkan oleh Dinperkim kabupaten Demak, tahun 2020 merupakan tahun ke dua lomab kampung juara.
– Dihaapkan ada muncul kampung-kampung yang baru sebagai kampung impian dengan pendanaan yang dikeluarkan oleh swadaya masyarakat
– Merubah wajah kota dan menjadi salah satu uapaya meraih Adipura.
– Mempersiapkan Pemda untuk mengikuti lomba Hari Habitat di Propinsi jawa Tengah
Kriteria Lomba kampung Juara :
– Masuk dalam wilayah Kabupaten Demak
– Mempunyai wiwayat kumuh sebelumnya
– Lingkungan RT atau gabungan dari beberapa RT yang bersebelahan dalam satu Desa.
– Didaftarkan oleh Pemerinah Desa dan Mengetahui Camat setempat
Kriteria Penilaian :
– Kebersihan
– Penghijauan
– Ketertiban
– Keindahan
– Keberlanjutan
Hadiah Pemenang Lomba :
– Juara 1 130 juta
– Juara 2 120 juta
– Juara 3 100 juta
– Juara harapan 50 juta
Cara Pendaftaran :
– Mengisi formulir dengan mengunduh atau mendonlout Fanspage Kotaku
– Datang langsung ke sekretariat panitia di Base camp Kotaku Kab.Demak
– Menyusun profil singkat
Untuk lebih jelasnya bisa menghubungai Panitia Penyelenggara : Dinperkim, Bappeda, Kotaku, dan PokjanPKP Kabupaten Demak skretariat Jl. Kyai Jebat Demak.
RAKOR PENUTUPAN JALAN GANG DESA NGEMPLIK WETAN

Rapat Kordinasi antara Ketua RT ketua RW , Karang taruna dan juga oleh tokoh masyarakat, dilaksanakan di balai desa Ngemplik wetan Kecamatan Karangaganyar pada hari Selasa, 5 Mei 2020, pimpinan rapat Kepala Desa Ngemplik wetan ( Muhtafiin, ST ) menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan penutupan akses jalan yang menuju ke gang-gang atau kampung di desa Ngemplik wetan dan juga atas permintaan oleh tokoh masyarakat setempat.
Tujuan daripada penutupan portal tersebut antara lain yaitu :
1. Mengantisipasi dan mengurungi berkembangnya virus corona yang selama ini telah mewabah, maka untuk keluar masuk desa tersebut bisa diketahui atau dideteksi masyakarat desa setempat.
2. Mengantisipasi tindak kriminal yang selama ini terjadi di wilayah Karanganyar, maka dengan penutupan jalan akses menuju kampung-kampung tetap terkontrol dan terjaga bilamana ada warga selain desa setempat akan juga diketahui oleh penjaga portal tersebut. Karena selain warga desa diwajibkan untuk melapor.
Jalan Gang di desa Ngemplik dikatakan juga banyak sekalai, dengan kesepakatan dan telah ditetapkan oleh kepala desa Ngemplik bahwa untuk wilayah dukuh Tugu RW 1 ada 9 gang akses masuk, dengan sepakat dari 9 gang tersebut akan di tutup 7 gang yang mau masuk dibuka 2 gang untuk penjagaan keluar masuk warga setempat.
Wilayah dukuh Ngemplik yaitu RW 2 ada 3 gang dan akan dibuka hanya 1 untuk pos penjagaan, dari pos-pos penjagaan tersebut di jaga oleh 2 orang anggota Linmas siang dan malam dengan sistim ship atau bergantian.
Dengan sepakatan tersebut berharap untuk desa Ngemplik Aman dan terkendali dari virus Corona dan tindakan kriminal.
Telecomfren Gubernur Jawa Tengah Terkait Covig 19

Karanganyar| pada hari Rabu, tanggal 06 Mei 2020 di Gedung Pertemuan Kecamatan Karanganyar diadakan telecomfren dengan Gubernur Jawa Tengah Bapak Gajar Pranowo,SH.M.IP perihal Workshop Online pemberdayaan masyarakat dlm pencegahan Covid-19 Prov Jateng.
Acara tersebut dihadiri berbagai elemen khususnya untuk wilayah di Kecamatan Karanganyar adalah Bidan Desa , Perawat, dan Seluruh Kepala Desa se Kecamatan Karanganyar.
dan telecomfren yang lainnya dihadiri berbagai elemen yaitu bupati sejawa tengah, tenaga medis, kepala desa / satgas covig 19 se Jawa Tengah.
Dalam acara tersebut gubernur jawa tengah Bpk. Ganjar Pranowo, SH.M.IP menyampaikan beberapa hal terkait Pencegahan Covig-19 antara lain :
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meluncurkan gerakan ‘Jogo Tonggo’. Gerakan yang dibuat untuk saling menjaga tetangga saat Pandemi COVID-19. Istilah Jogo Tonggo diambil dari bahasa jawa. ‘Jogo’ artinya menjaga, sedangkan ‘Tonggo’ artinya tetangga.
Tugas anggota gerakan ini juga memastikan bantuan dan dukungan dari luar wilayah yang masuk ke daerahnya tepat sasaran dan tepat guna. Jogo Tonggo dibagi menjadi beberapa bidang yaitu “Bidang tugas Satgas, bidang kesehatan, bidang sosial dan keamanan, bidang ekonomi dan bidang hiburan.”
empat bidang tugas satgas tersebut dijabarkan dengan lengkap. Anggota pelaksana gerakan tersebut, yakni, Karang Taruna, Dasa Wisma, Posyandu, Linmas, warga di tingkat RW dan organisasi lain.

Konsep Satgas Jogo Tonggo ini diketuai oleh ketua RW dibantu para ketua RT, dan beranggotakan tim kesehatan, tim ekonomi, serta tim keamanan. Nantinya, ketua Satgas diwajibkan untuk melaporkan kegiatan sehari-hari kepada pihak desa atau kelurahan. Pelaksanaan Satgas Jogo Tonggo mencakup dua hal, yaitu jaring pengaman sosial dan keamanan, serta jaring ekonomi.
“Dengan mekanisme pemantauan tersebut, data warga terdampak COVID-19, baik secara kesehatan maupun ekonomi hingga wilayah RT bisa lebih akurat,” katanya.
PENUTUPAN AKSES JALAN KE DESA KETANJUNG

Karanganyar- Wabah virus corona (COVID-19) yang merebak di Indonesia beberapa waktu terakhir, membuat akses menuju desa di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Penutupan tersebut diketahui dan dilakukan oleh warga.
Selasa (5/5/2020), sejumlah jalan di Desa Ketanjung di Kecamatan Karanganyar, yaitu di DUkuh Norowito dan Dukuh Ketanjung, dipasangi beberapa bilah bambu untuk memblokade jalan menuju desa tersebut.
Disetiap bambu yang dipasang di jalan menuju desa, warga pun memasang bermacam-macam tulisan, di antaranya bertuliskan lockdown dan karantina wilayah. Sementara akses jalan lainnya, dipasangi tenda kecil untuk laporan keluar masuk desa.
Ngadiran (34), Perangkat Desa Ketanjung, mengatakan, dipasangnya portal bambu tersebut membuat warga lebih tenang, karena pemudik dari wilayah dari DKI Jakarta akan terlebih dahulu melapor ke pemerintah desa.
“Sedikit tenang, apalagi kan di desa ini tetangga saya banyak yang merantau keberbagai daerah khususnya di Jakarta,” kata Ngadiran.

Sementara, seorang pedagang keliling, Suratman (45), mengatakan, kalau ia terganggu dengan adanya penutupan tersebut, lantaran kesulitan untuk berjualan. Apalagi, sejak satu bulan terakhir ini sudah mengalami penurunan pendapatan akibat virus corona.
“Sangat terganggu, tapi mau gimana lagi,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Demak memberlakukan karantina wilayah parsial (KWP) untuk upaya memutus rantai pandemi corona virus disease 2019 (COVID-19). Pemberlakuan tersebut berlaku sejak awal bulan Mei Tahun 2020.
RAKOR PEMERINTAHAN DESA WONOKETINGAL

Karanganyar|05/05/2020. Pada hari Selasa, tanggal 05 Mei 2020 jam 08.00 WIb telah diadakan rapat koordinasi di Desa Wonoketingal terkait Covid 19. acara tersebut dihadiri seluruh perangkat desa wonoketingal, Sekretaris Desa Wonoketingal Bpk Djamal Adib dan Kepala Desa WOnoketingal Bpk Mudlofir.
Rapat tersebut membahas tentang Penutupan akses jalan dan penentuan jaga malam.
dari Semua jalan Desa di Desa WOnoketingal ,seluruhnya ditutup total kecuali 2 (dua) ruas jalan yang tidak ditutup , yaitu di ruas Jalan Desa WOnoketingal dukuh Gajah Lor yaitu dijembatan arah rumah Bapak Sekdes Djamal Adib, dan ruas jalan Dukuh WOnoketingal yaitu di jembatan arah rumah bapak Kepala Desa MUdlofir.
Ruas jalan tersebut didirikan posko untuk penjaga malam dengan diberi penjagaan sebanyak empat orang tiap malam. dan diberikan konsumsi 50 rb Permalam dan per pos diambilkan dari Anggaran Desa.

