Menindaklanjuti hasil rapat BPBD Kabupaten Demak pada hari Rabu, 20 April 2022 yaitu berkaitan dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB ) yang di canangkan oleh Pemerintah ( BNPB ) pada tanggal 26 April 2022
Bahwa dalam Kesiapsiagaan Bencana perlu di bangun dari awal sejak dini, diawali dari diri kita sendiri, Keluarga dan masyarakat.
Hendaknya kita harus mengaenali suatu bencana yang timbul , misalnya :
- Bencana Banjir
- Bencana Angin puting beliung
- Bencana Kebakaran
- Bencana Gempa Bumi / tanah longsor
Tindakan awal dari bencana-bencana tersebut kita harus mengetahui misalnya Ada angin puting beliung, sebelumnya kita di himbau untuk keluar rumah jangan sampai ada di dalam rumah, terutama bangunan rumah dari kayu, selamatkan diri kita, keluarga.
Bilamana terjadi hal pertama yang kita lakukan adalah menyelamatkan diri mengevakuasi, mendata dampak kerugian dan melaporkan.
Tema dari Hari Kesiapsiagaan Bencana ( HKB ) adalah “ Keluarga Tangguh Bencana, Pilar Bangsa Menghadapi Bencana “
dengan pesan utama SIAP UNTUK SELAMAT
Menentukan besar kecilnya resiko dan dampak bencana yang akan diterima, upaya penanggulangan bencana bukan kerja sendiri melainkan tanggung jawab bersama,
Dalam memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengetahuan dan pemahaman resiko bencana, menumbuhkembangkan budaya sadar bencana maka kita siap untuk selamat.
Dalam memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana BNPB mengajak dan berpartisipasi kepada seluruh masyarakat dengan serentak untuk membunyikan lonceng, kentongan, sirine, pada tanggal 26 April 2022, pukul 10.00 Wib tanda di mulainya evakuasi mendiri dan segera menuju tempat aman terdekat.
Pesan masyarakat diajak mengenali ancaman bencana, memahai resikonya dan meningkatkan budaya sadar Bencana, karena penanggulangan bencana adalah urusan bersama sehingga “ Kita Siap Untuk Selamat “ maka pada hari ini Selasa, 26 April 2022 pukul 10.00 Wib tepat Kantor Kecamatan Karanganyar melaksanakan Simulasi sadar bencana atau kesiapsiagaan Bencana yang diawali dari membunyikan kentongan, sirine, dll sebagai awal tanda bahaya bencana dan menuju titik kumpul dan kita siap selamat.
