
Sejarah Desa Bandungrejo
Dahulu kala Mbah Kawongso membuat sumur untuk kebutuhan warganya, meskipun musim kemarau sumur tersebut masih bisa mencukupi kebutuhan masyarakat tersebut. Dan sumur tersebut dinamakan Sumur Bandung (yang sekarang bernama Desa Bandungrejo). Desa Bandungrejo terdapat Dk. Nglampok yang dulunya dipelosok Garut. Disitu banyak tawanan musuh-musuhnya. Lama kelamaan pindah ke pelosok Kuning. Semenjak 10 tahun dipelosok Kuning banyak wabah penyakit nyamuk dan hewan tinggi. Guna memberantas wabah tersebut masyarakat mengumpulkan limbah yang ditumpuk-tumpuk dan akhirnya dijadikan kediaman hingga sekarang.
Untuk memeriahkan sedekah bumi kegiatan diawali dengan kesenian wayang kulit pada siang hari dengan lakon AMONG TANI dalam Ki Haryanto dari Grobogan, dengan maksud agar hasil pertanian dan rojo koyo semakin melimpah dan barokah. Dan dilanjutkan dengan selamatan dihadiri oleh anak-anak kecil dengan alasan (menurut sesepuh desa) bahwa anak yang masih kecil belum banyak dosa dan diharapkan semua do’a yang dipanjatkan akan terkabul.
Setelah selamatan dilanjutkan dengan pertunjukan Wayang Orang (Kethoprak) langen budoyo pimpinan Ki Anom Supardi dengan lakon “RATU KENCONO WUNGU” dengan maksud bahwa Desa bandungrejo dipimpin oleh seorang Kades perempuan (Musti’ah, S.Ag) yang jujur, adil dan bijaksana.

