PERTEMUAN SURVEY KKN UNDIP SEMARANG


Pertemuan Mahasiswa Undip Semarang (KKN ) , Dosen Pembimbing Lapangan /DPL ( KARLINA APRILIANA ) dengan Camat Karanganyar ( SUGIANTO, S. IP, MM ) dan 10 Desa Kecamatan Karanganyar dan 59 Mahasiswa KKN yang hadir terdiri Laki-laki 40 Orang, Perempuan 19 Orang pada Hari Rabu, 18 Desember 2019 bertempat di Aula Kecamatan Karanganyar.
Pertemuan tersebut bermaksut dan tujuan :
– Pengenalan lokasi atau survey lapangan ke Desa tujuan
– Pembagian Mahasiswa KKN di 10 Desa
– Diskusi antara 10 Kepala Desa dengan DPL dan Mahasiswa KKN
– KKN di mululai tanggal 2 Januari 2020 sampai tanggal 14 Pebruari 2020 selama 42 hari.
– Dalam KKN untuk minggu pertama di haruskan keliling desa untuk mencari permasalahan yang ada di Desa
– Mahasiswa KKN selama di Desa tidak boleh diinapkan di Balai Desa, bisa ditempatkan di rumah Kepala Desa, Sekretaris Desa atau Perangkat Desa.
– 10 ( sepuluh Desa ) yang ketempaan KKN Undip tersebut dan Potensinya yaitu
* Desa Ngaluran berpotensi Embun Desa dengan Permasalahan Kurangnya air sehingga perlu untuk peningkatan air bersih
* Desa Tuwang berpotensi Sumber Air bersih dengan permasalahan kesulitan air bersih di musim kemarau sehingga perlu peningkatan sumber air bersih bagi masyarakat untuk memperoleh air bersih yang layak.

* Desa Kedungwaru lor berpotensi Pertanian dengan permasalahan kurang lancarnya irigasi dan distribusi pupuk sehingga perlu atau dibutuhkan SDM yang tinggi untuk menuju masyarakat yang modern dan relegius.
* Desa Kedungwaru Kidul berpotensi Wisata air dan air minum kemasan dengan permasalahan pertanian pada musim kemarau kurang atau tidak dikelola sehingga kesempatan untuk menambah pendapatan juga berkurang atau bahkah tidak ada maka perlu untuk peningkatan ekonomi masyarakat.
* Desa Kotakan berpotensi pengembangan petani bawang merah dengan permasalahan kurangnya ketrampilan dalam pengelolaan bawang merah sehingga perlu pemberdayaan masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan.
* Desa Wonorejo berpotensi Pengelolaan sampah dengan permasalahan kurangnya ketrampilan dalam pengelolaan sampah yang belum maksimal sehingga diharapkan ke depan desa wonorejo akan hidup bersih dan sehat.

* Desa Ketanjung berpotensi lahan terbuka hijau dengan permasalaan adanya lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga pemanfaatan lahan kosong untuk penghijauan.
* Desa Karanganyar berpotensi BUMDES dengan permasalahan pengelolaan Bumdes belum maksimal sehingga perlu pengembangan SDM bagi pengelola Bumdes.
* Desa Ngemplik berpotensi Pelestarian Budaya Adat istiadat dengan permasalahan kurangnya pembinaan bagi pengurus sehingga perlu adanya peningkatan potensi desa melalui SDM unggul desa maju.
* Desa Cangkring berpotensi Hom Industri dengan permasalahan kurangnya permodalan untuk peningkatan usahanya sehingga perlu adanya peningkatan usaha Hom Industri untuk menambah lapangan kerja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *